KEPEMIMPINAN FUTURISTIK

Dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123). Sedangkan menurut Robbins (2002:163) Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan.

Sedangkan Makna Futuristik disini merupakan suatu abstraksi di masa yang akan datang dengan melihat realitas yang ada pada masa sekarang. Suatu masa depan atau dalam ilmu shorof fi’il mudhore’ memandang hal-hal secara jauh kedepan dan berguna dimasa yang akan datang sehingga sesuatu yang diciptakan akan terasa manfaatnya kelak dikemudian hari.

Apabila digabungkan dari kedua kata diatas menjadi sautu frasa kepemimpinan futuristik, dimana kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemimpin tersebut melampaui masanya dan berguna dimasa sekarang serta masa yang akan datang Apa kira-kira contoh yang bisa Anda bayangkan Kepemimpinan Futuristik? Mari renungkan bersama-sama.

            Anak Muda yang terdidik dan mempunyai potensi terkadang terhanyut dengan kenikmatan berupa penghasilan yang tinggi dibayar oleh korporasi asing atau tidak mau memikirkan hal-hal yang bersusah payah untuk berkembangannya daerah tersebut. Apakah Anda sebagai anak Muda mau mengembangkan daerah Anda sendiri?

PROSES SIKLUS BELAJAR

praktek → baca
↑             ↓
bicara ← tulis

dari Praktek tadi menghasilkan output yang di dambakan Indonesia, yaitu Karakter.

PROSES SIKLUS KARAKTER

Siklus karakter :

amanah → jujur
↑             ↓
peduli ← cerdas

KARAKTER PEMIMPIN

Karakter yang diuji adalah ketaatan, kasih, ketulusan, kesucian, kesabaran, kebaikan, kerajinan dan pengabdian kepada Allah. Untuk pengetahuan yang diuji adalah berkisar intelektual yaitu kemampuan dan ketajaman berpikir. Keterampilan individu diuji meliputi keterampilan sosial (hubungan dan sikap berhubungan) dan keterampilan teknis dalam organisasi dan manajemen. Penulis mencoba untuk menggambarkan kesatuan ketiga fokus formatif yaitu karakter pemimpin yang menunjuk kepada adanya nilai entrepreneur yaitu antara lain: Berani berpikir unggul; berani bersikap unggul dengan menangkap peluang; dan berani bertindak dengan kepiawaian merekayasa cara (yang menggunakan strategi dan taktik) unggul.

Pemimpin yang baik dan sukses bernyawa dua dimana ia dapat hidup seribu tahun, ia berotak dua dimana ia akan selalu di depan lebih dua langkah dari orang lain, ia berkaki empat dimana ia lebih giat dalam upaya dari siapa pun, dan ia bertangan empat, dimana ia bekerja lebih baik serta lebih keras dari siapa pun di sekitarnya! Ini pemimpin langka! Pernyataan diatas menyatakan untuk menjadi pemimpin yang unggul di hadapan Allah maka Anda harus siap membayar harga untuk berbeda dengan apa yang biasa dilakukan kebanyakan pemimpin. Lihatlah kehidupan Habibie, Abdurrahman Wahid, Bung Hatta, Mahfud MD, Anies Baswedan, dsb. Jadilah orang yang paling banyak memiliki pengetahuan, keterampilan dan menjadi orang yang paling dihargai di bidang Anda. Jadilah orang yang paling baik di bidang Anda. Berusahalah untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

DPM U dan PEMILWA UII

Negara Kesatuan Republik Indonesia, itulah bentuk negara kita. Indonesia memiliki unsur-unsur hingga layak dikatakan menjadi sebuah negara. Di dalam sebuah negara, tentunya ada rakyat dan pemerintahan. Seperti halnya sebuah kampus, yang diibaratkan sebagai miniatur sebuah negara. Di dalam kampus juga terdapat sebuah pemerintahan.

Dewan Permusyawaratan Mahasiswa Universitas (DPM U) sebagai lembaga tertinggi di Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (KM UII) yang tentunya harus menjaga marwah lembaga, jangan sampai mencederai marwah tersebut.

DPM U mempunyai tiga fungsi yaitu fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan (PDKM pasal 17 ayat 2). Di bagian fungsi pengawasan atau controling banyak kritikan berdatangan, ini disebabkan ada peristiwa ke-khilafan di bulan Januari. Dengan adanya peristiwa itu, marwah lembaga tertinngi itu tercabik apalagi sang pucuk pimpinan.

Kita sebagai mahasiswa/i aktif D3 dan S1 di Universitas Islam Indonesia adalah anggota KM UII (PDKM pasal 9) idealnya atau dalam bahasa hukum das sollen mengawal serta mengkritik pemerintahan kampus, tidak hanya diam melihat ke-khilafan tersebut.

Bulan September merupakan momentum Pemilahan Wakil Mahasiswa (PEMILWA) teruntuk anggota KM UII menggunakan hak politik dan hak suaranya. Anggota KM UII yang menggunakan hak politiknya tidak hanya sekedar mencari jabatan kampus melainkan ini bentuk pengorbanan atau dedikasi terhadap kampus. Anggota KM UII yang menggunakan hak suaranya itu berupa mencoblos para calon legislatif universitas maupun fakultas, jangan bersikap apatis tidak memilih siapa-siapa alias golongan putih (GOLPUT).

Diriwayatkan dari Abu Dzar r.a, ia berkata, “Aku  menyatakan, ‘Ya Rasulullah tidakkah Anda berminat memberikan sebuah jabatan?’ Lalu beliau menepuk-nepuk pundakku dan berkata, ‘Wahai Abu Dzar, kamu seorang yang lemah sementara jabatan adalah sebuah amanah dan sebab kesedihan dan penyesalan di hari kiamat nanti, kecuali orang yang mengambilnya dengan cara yang hak dan melaksanakan semua kewajiban’,” (HR Muslim [1852]).

 

 

 

 

 

DPM U Tidak Serius Memimpin KM UII

Dewan Permusyawaratan Mahasiswa Universitas (DPM U) menggelar FORASLAK (Forum Aspirasi dan Laporan Kinerja) pada malam hari sehabis shalat terawih walaupun ngaret-ngaret forum baru dimulai pukul 22:20 di FMIPA UII. Selain melaporkan hasil kinerjanya, DPM U juga menerima kritik dan saran dari audience secara terbuka. DPM U tidak begitu serius mengadakan Forum Aspirasi dan Laporan Kinerja, ini tercermin dari undangan ke Fakultas-fakultas di share H-1 dan fasilitas forum tidak begitu layak sebagai forum penyampaian aspirasi, kita para audience dibagikan kertas hasil kinerja diruangan hampir gelap gulati untung saja ada handpone yang bisa menerangi, ditambah tidak ada alat pengeras suara. Hingga ketua LEM FH Mohammed Rasyid Ridho berulang-ulang kali meminta kepada DPM U untuk mendatangkan alat pengeras, bisa meminjam ke FMIPA, Alhamdulillah didatangkan juga alat pengeras suaranya sehingga audience yang suaranya kecil dan jaraknya jauh dibelakang bisa terdengar sampai depan.

Momentum ini menjadi tamparan buat DPM U, sekaligus kesempatan buat DPM F Se-UII meluapkan kritiknya terhadap pimpinan DPM U apalagi si Petra. Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (Endo Faisal) melayangkan surat peringatan keras dalam bentuk somosi kepada DPM U terkait pembentukan tim transisi regenerasi Lembaga Kemahasiswaan Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia. Sekitar satu sampai dua bulan, DPM U sulit dihubungi.

Sekjen DPM FH yang biasa dipanggil bang yoy menuturkan somasi dilayangkan karena hingga hari Minggu tanggal 10 Juni legislatif fakultas belum mendapatkan konfirmasi atau surat undangan terkait pembentukan tim transisi (Komisi Pemilihan Umum, Panitia Pengawasan Pemilihan Mahasiswa, dan Tim Badan Peninjau) ini sudah sangat mengecewakan.

Ada dua peringatan yang diajukan legislatif fakultas dalam somasi tersebut. Pertama, DPM U didesak segera melakukan Pleno dalam rangka menunjuk penanggungjawab tim transisi regenerasi Lembaga Kemahasiswaaan KMUII. Kedua, DPM U dituntut agar segera mengirimkan surat permohonan delegasi tim transisi kepada setiap fakultas paling lambat tanggal 15 Juni 2017 pukul 00:00 WIB.

Komisi I DPM U yang membidangi internal, yang diketuai M. Ziyanurrohman, mengakui bahwa ada keterlambatan dalam pembentukan tim transisi. Seharusnya, pembentukan tim transisi sudah diagendakan sejak satu bulan lalu, namun dengan berdalih banyak permasalahan internal DPM U, seperti verifikasi kepanitiaan, tidak aktifnya satu anggota Komisi I, apalagi masalah tragedi mapala. Namun permasalahan tersebut bisa diantisipasi oleh pimpinan, karena itu sudah jadi tanggung jawab pemimpin